Situs ini menggunakan cookies. Dengan terus menjelajahi situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami

5 Fakta Sejarah Kue Kering atau Cookies

Kue Kering merupakan pakanan yang tidak akan pernah absen saat hari Raya besar, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, tapi tahu kah kalian jika kue kering itu terbentuk hasil ketidak sengajaan? Berikut beberapa Fakta dibalik Kue Kering yang sering kita makan saat perayaan Hari Raya

 

1. Penemuan Tak Sengaja
Kue Kering dipercaya ada sejak abad ke-7 dari Persia (Iran). Penemuan kue ini tidak disengaja oleh para tukang Roti saat itu ketika mereka hendak menentukan suhu Oven dengan cara menjatuhkan sedikiti adonen ke dalam oven.

2. Menu Kaum Bangsawan
Pada Zaman dahulu kue kering hanya disajikan bagi kaum bangsawan. Kue Kering pun mulai menyebar ke seluruh dunia melalui pedagang muslim, salah satunya Eropa. Kue Kering di Eropa, bermula di Spanyol saat penaklukan Muslim sekitar abad ke-14.

3. Produksi dikontrol asosiasi profesional
Kue kering dibawa para Imigran Inggris, Skotlandia, dan Belanda ke Amerika Serikat pada tahun 1671. Awalnya kue kering dilakukan oleh industri rumahan, hingga ratusan resep bermunculan dan dibuat di Amerika Serikat. Sekitar abad ke-17 dan 18, di Eropa, pembuatan kue mulai dikontrol dengan hati-hati oleh asosiasi profesional.

4. Kudapan wajib perayaan Eropa
Setelah revolusi industri, pada abad ke-19, teknologi pembuatan kue makin maju, dan berbagai resep kue kering diciptakan. Sejak saat itu juga kue ini menjadi salah satu kudapan wajib untuk berbagai perayaan di Eropa maupun Amerika, contohnya Natal.

5. Masuk Indonesia saat penjajahan Belanda
Salah satu kue kering yang terkenal di Indonesia apalagi saat Lebaran, adalah Nastar. Nama Nastar adalah kepanjangan dari bahasa Belanda yaitu Ananas/nanas dan Taart/Tart/Pie yang artinya Tart nanas. Nanas sendiri digunakan sebagai pengganti buah blueberry yang sulit ditemukan di Indonesia.